Jumat, 19 November 2010

Ujian Nasional Harus Membangun!!


Ujian Nasional Harus Membangun!!
Dewasa ini, siswa – siswi Sekolah tingkat akhir (VI SD, IX SMP, XII SMA) semakin resah dengan adanya Ujian Nasional. Kebijakan Pemerintah yang terus menaikkan standar kelulusan, dianggap semakin memberatkan siswa. Semakin tingginya standar dan peraturan kelulusan, ditambah dengan kurikulum yang terus berganti setiap tahunnya membuat siswa semakin bingung. Beberapa tahun terakhir ini telah kita dengar berbagai bentuk kurikulum, yakni kurikuklum ‘94, KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), dan mungkin dalam waktu dekat ini akan ada lagi perubahan kurikulum. Hal ini sangat mempengaruhi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Pihak Sekolah tidak bisa sepenuhnya terfokus pada kualitas pembelajaran / kurang persiapan dalam menghadapi Ujian Nasional dikarenakan perlunya adaptasi sekolah pada kurikulum baru. Maka siswalah yang menjadi korban.
Evaluasi pendidikan dari pemerintah sangatlah diperlukan bagi siswa. Ini akan menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan Indonesia. Dengan adanya patokan dari pemerintah, maka ada suatu batasan dan penghargaan bagi siswa yang benar – benar layak lulus atau tidak. Dengan diadakannya penambahan standar kelulusan dalam Ujian Nasional, pemerintah tentunya mempunyai tujuan yang jelas, yakni meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Sebagai masyarakat intelektual tentunya kita tahu bahwa standar yang ditetapkan pemerintah masih jauh dibawah dari standar pendidikan negara – negara tetangga. Hal ini patut menjadi sorotan para pendidik. Standar kelulusan akan selalu dinaikkan dari tahun ke tahun, dan para pendidiklah yang sangat diharapkan oleh pemerintah menjadi kunci utama untuk mensukseskan hal tersebut.
Ada sebagian kalangan yang beranggapan bahwa Ujian Nasional tidaklah diperlukan. Mereka beranggapan bahwa standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah tidaklah menggambarkan kualitas pendidikan Indonesia saat ini. Mereka juga mengatakan bahwa dengan UN yang mensyaratkan nilai rata – rata skor harus diatas 5,5 tidaklah memiliki basis ilmiah yang jelas. Ujian Nasional di Indonesia juga jauh dari kata ‘suci’. Banyak kecurangan – kecurangan yang terjadi, baik dari dalam maupun luar lembaga pendidikan itu sendiri. Kecurangan yang dilakukan para oknum guru adalah contoh dari ketidaksiapan pengajar menghadapi Ujian Nasional. Ini juga membuat citra guru semakin buruk di masyarakat.
Sebenarnya, penentu utama pembangunan bangsa ialah kita sebagai calon pendidik. Kita diharapkan memiliki tekad kuat untuk berkontribusi secara nyata dalam memajukan pendidikan Indonesia. Salah satunya bisa kita tunjukkan dengan mensukseskan Ujian Nasional. Setelah menjadi pengajar kelak, kita harus berusaha maksimal untuk mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional. Kita juga bisa berkontribusi dengan tidak melakukan kecurangan – kecurangan seperti ‘oknum – oknum’ sebelumnya yang tidak bertanggungjawab. Dengan begitu, kita bisa membantu pemerintah dalam mengukur dengan benar seberapa jauh peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Jika semua pendidik telah memiliki kesadaran seperti itu, maka Ujian Nasional akan berhasil membangun para penerus bangsa yang cerdas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar